Selasa, 28 Juni 2016

KI DALLANG DAN PIDATO KEMATIAN

BY Unknown IN No comments

Ki Dallang dari masa remaja sudak aktif senang di dunia spiritual. Semenjak lulus SLTA Ki Dallang sudah aktif ikut menjadi trainer di Pesantren kilat. Ki Dallang sudah mulai aktif semenjak Tahun 1994 dan diresmikan secara Nasional oleh Presiden RI Bapak Soehàrto Tahun 1996. Ki Dallang ikut juga mengadakan Kemah Buku bersama Persatuan Wanita Islam bekerjasama dengan Garuda dan ICMI. Materi yang sering dibawakan Ki Dallang adalah Kontrak Belajar dan Pidato Kematian.
 
Kenapa ada materi Pidato Kematian? Karena mati itu pasti waktunya yang tidak pasti. Maka perlu dipersiapkan agar terpacu untuk mempersiapkan diri. Setiap peserta wajib mempresentasikan dengan menyebutkan Nama lahir dan rencana kerja hingga bagaimana kematian yang diinginkan. Diharapkan peserta semangat bekerja dan melakukan kebaikan. Tidak ada kata terlambat untuk berusaha dan berbuat baik agar menjadi orang beruntung? Siapakah orang yang beruntung apakah yang hartanya banyak? apakah yang berilmu tinggi dan sakti? atau apakah yang punya kedudukan  dan jabatan kekuasaannya luas? tentu jawabnya bisa iya bisa tidak. Tapi orang yang sukses dan beruntung dicontohkan dalam karakter para Nabi. Kalau contoh tanda sukses di dunia banyak dicontohkan di dunia. Sukses dan beruntung dunia akhirat dicontohkan dalam 25 pribadi Nabi.
 
Ki Dallang teringat satu kisah kegigihan seseorang yang luar biasa.
Kisah inspiratif :
  • Di usia 5 tahun Ayahnya meninggal
  • Di usia 16 tahun dia berhenti bersekolah 
  • Di usia 17 dia sudah dipecat 4 kali dari pekerjaan 
  • Di usia 18 dia menikah 
  • Di usia 18 - 22 dia menjadi konduktor dan gagal Lalu ikutan militer dan dikeluarkan.
  • Lalu mencoba tes masuk fakultas hukum dan lagi lagi gaga...
  • DI usia 19 dia menjadi ayah.
  • Di usia 20 istrinya meninggalkannya dan mengajak serta putri nya yang masih bayi.
  • Dia bekerja di cafe kecil sebagai tukang cuci piring dan tukang masak
  • Dia mencoba mengambil lagi putrinya dari istrinya yang pergi meninggalkannya dana akhirnya berhasil meyakinkan istrinya untuk kembali pulang
  • Di usia 65 tahun dia pensiun dari pekerjaan dan di hari pertama menjadi pensiunan, dia mendapat cek dari pemerintah senilai 105 dollar.
Dia merasa pemerintah pun menganggap dia tidak bisa membiayai hidupnya sehingga harus memberi tunjangan hari tua. Dia memutuskan untuk melakukan percobaan bunuh diri, karena merasa selama 65 tahun hidup, dia selalu menjadi orang gagal di bidang apapun Dia duduk di bawah pohon, menuliskan niatnya bunuh diri di secarik surat tapi akhirnya dia mengurungkan niat dan   sebaliknya dia menulis Apa YANG DIA MAU CAPAI di sisa hidupnya ini di usia yang sudah senja. Dia sadar dia masih punya keahlian yaitu :  "MEMASAK" Dia meminjam 87 dollar dengan jaminan cek nya dan membeli ayam MEMASAKnya dengan RESEPnya, Lalu berjualan door to door dan ditolak ribuan kali dari 1 rumah ke rumah lainnya di kota KENTUCKY Ingat, di usia 65 dia sudah menyiapkan niat untuk bunuh diri Tapi di usia 88 tahun, dia menjadi Billionaire dari usaha Kentucky Fried Chicken

Moral cerita :
TIDAK PERNAH ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MEMULAI
Yang penting sikapmu dan kegigihanmu. Seberapapun gagalnya, bangkitlah terus karena nasib setiap manusia berada dalam tangan Tuhan YMK. Semua kunci dan modal keberhasilan itu sudah ada di dalam dirimu sendiri.
Temukan di dalam dirimu dan BERKARYALAH
Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi.
DAN SAAT INI KITA SAKSIKAN KOLONEL SANDERS KENTUCKY FRIED CHICKEN TEGAK BERKIBAR DI DUNIA

Jumat, 24 Juni 2016

KI DALLANG DAN KEHADIRAN TUHAN

BY Unknown IN No comments

Ki Dallang dari masa remaja semenjak lulus sekolah SLTA suka berkelana. Hampir daerah pernah didatanginya. Awal di Jakarta setelah dari Banten Ki Dallang berada di Pondok Gede. Disamping belajar kehidupan juga mengajar dari rumah ke rumah. Hingga suatu saat Ki Dallang punya peserta didik yang kritis namanya Anet. Anet baru kelas dua Asyafiiyah. Ki Dallang dapat tugas mengajar al Quran dan sekitar spiritual keislman. Waktu itu kira-kira tahun 1994 Anet yang baru kelas dua itu bertanya, Kak katanya Allah itu Esa atau satu, terus Anet punya Allah, Kakak punya Allah, mama punya Allah, papah punya Allah kalau gitu Allah banyak dong Kak? tanyanya. Bagaimana menurutmu menjawab pertanyaan seorang anak yang baru kelas dua yang bisa dipahaminya. Coba jawab dalam batinmu......
Ki Dallang menjawabnya 1. Pikirkanlah ciptaanNya jangan memikirkan dzatNya dengan disertai bahasa arabnya.....tafakaruu fi kholkilah wa laa tafakaruu fi dzatillah.
2. Semua yang ada di alam semesta ini merupakan ciptaanNya. Termasuk bumi, gunung, lautan dan lain2nya. Sekarang Kakak tanya Anet, anet tahu matahari? tanya Ki Dallang. Tahu lah Kak "jawab Anet. Di Indonesia ada matahari? di jepang ada matahari? Di Inggris ada matahari? di Turki ada matahari? Anet menjawab dengan menganggukkan kepalanya dengan jawaban ada...ada...
Matahari yang Anet ketahui ada berapa? Anet menjawabnya.....satu...  Cerita nyata ini juga seperti cerita Profesor dan Mahasiswanya.
*Sedikit bahan renungan tentang hukum fisika*
Seorang * Profesor yg beraliran Komunis*, berbicara di suatu  kelas.
Profesor: "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?"
Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."
Profesor: "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).
Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.
Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."
Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.
Suhu -273℃ adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak ada gerakan pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas, OK.
Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"
Profesor: "Tentu saja ada!"
Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.
Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya dapat kita pelajari. Sedangkan gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.
Tapi! Anda tidak pernah bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu.
Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.
Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"
Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."
Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Tuhan tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.
Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Tuhan dalam diri manusia.
Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan dalam hati manusia."
Profesor terpaku dan terdiam!
Dosa terjadi karena manusia lupa menghadirkan Tuhan dalam hatinya..
*Hadirkan Tuhan setiap saat di dalam diri kita.....Merdeka!

Minggu, 19 Juni 2016

KI DALLANG DAN COBAAN

BY Unknown IN No comments

Hari Ke-Sebelas Ramadhan Ki Dallang diundang untuk berbuka bersama. Sebelum tiba saat acara dimulai Ki Dallang kumpul bersamà pengurus bercengkrama, bercerita dan berkenalan. Dari latar belakang yang berbeda beda. Ada yang bercerita latar belakang kesuksesan usahanya dan ada juga yang bercerita kesulitan-kesulitan dalam usahanya. Ki Dallang menyimpulkan dari cerita tersebut keberhasilan merupakan ujian, kesulitan dan penderitaan juga ujian bagi orang beriman.
Ada yang di uji dengan kesulitan, penderitaan, hinaan tetap bertahan, tapi ada juga yang di uji dengan kesuksesan, kekayaan, jabatan, pujian, kekuasaan.

Ini seperti cerita Monyet dan angin

Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa.
Dia nggak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar.
*Angin Topan, Tornado dan Bahorok*.
Tiga angin itu rupanya pada ngomongin,
siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.
*Angin Topan* berkata, dia cuma perlu waktu 45 detik.
*Angin Tornado* nggak mau kalah, 30 detik, katanya.
*Angin Bahorok* senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.
Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.
Angin TOPAN duluan,
… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…
Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.
Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekencang-kencangnya. Nggak jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado juga nyerah.
Terakhir, Angin BAHOROK. 
Lebih kencang lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.
Nggak jatuh-jatuh.
Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,
si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.
Nggak lama, datang *angin SEPOI-SEPOI*..
Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.
Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss…
Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia terus lepas lah pegangannya
Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.

*Hikmah Pesan Moralnya adalah *

Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan PENDERITAAN…
Didera MALAPETAKA… Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…
Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN...
Disinilah ” KEJATUHAN ” itu terjadi.
Jangan sampai kita terlena…terbuai..
Tetap ”Rendah hati”, “Mawas diri”, “Sederhana”, "Berbuat Amal" karena bukan KRITIKAN yang membuat anda "JATUH" tapi sanjungan dan pujian.... Merdeka!