Tampilkan postingan dengan label ki dallang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ki dallang. Tampilkan semua postingan

Selasa, 23 Agustus 2016

KI DALLANG DAN RUSAKNYA AMAL

BY Unknown IN No comments

Ki Dallang sudah berupaya diberbagai usaha untuk mendapat kan hasil yang maksimal. Baik usaha bikin tahu tanpa limbah, menjadi distribusi susu kambing, jual produk2 herbal dàn yang lainnya. Kalau dihitung tidak terhitung dan tidak bisa menghitung kalau orang yang menghitungnya belum lulus TK. Tapi Ki Dallang tetap penuh senyum semàngat dalam upaya dan usaha. Ki Dallang hanya berharap pada Yang Tiàda Batas. Ki Dallang hànya ingin membuat orang bahagia terutàma keluarga dan orang2 yang ada di sekitarnya yang dikenal dan berinteraktif dengannya. Ki Dallang tetàp senyum semangat dan berpikir positif....merdeka.

Ki Dallang hanya berupaya bekerja seteliti dan sebaik mungkin.  Ki Dallang selalu ingat cerita sahabat Nabi yang selalu menginspirasinya, maka ia selalu merasa kurang sempurna dan ingin semaksimal dalam melaksanakan setiap pekerjaanya. Sungguh menjadi renungan kisah dari cerita sahat Nabi ini, yang menceritakan keahliannya, mengkaji ayat...

_"Amilatun Naashibah"_

Ayat ke 3 surah Al Ghosyiyah, mari kita perhatikan sisi lain dari penjelasan ayat yang sangat menggugah itu. Alloh Ta'ala berfirman:

عاملة ناصبة
"Amilatun nashibah"

Artinya:
amal-amal yang hanya melelahkan.

Rangkaian ayat di awal surah ini bercerita tentang neraka dan para penghuninya.

Ternyata salah satu penyebab orang dimasukan ke neraka adalah amalan yang banyak dan beragam tapi penuh cacat; baik motif dan niatnya, maupun kaifiyat (tata cara) yang tidak sesuai dengan sunnah Rasulullah.
Astaghfirulah hal'adzim…

Alkisah, Seorang shahabat Umar bin Khathab ra menangis saat mendengar ayat ini.

Suatu hari Atha As-Salami ra., seorang Tabi`in yang mulia, bermaksud menjual kain yang telah ditenunnya kepada penjual kain di pasar. Setelah diamati dan diteliti secara seksama oleh sang penjual kain, sang penjual kain mengatakan, "Ya, Atha sesungguhnya kain yang kau tenun ini cukup bagus, tetapi sayang ada cacatnya sehingga saya tidak dapat membelinya."

Begitu mendengar bahwa kain yang telah ditenunnya ada cacat, Atha termenung lalu menangis.

Melihat Atha menangis, sang penjual kain berkata, "Atha sahabatku, aku mengatakan dengan  sebenarnya bahwa memang kainmu ada cacatnya sehingga aku tidak dapat membelinya, kalaulah karena sebab itu engkau menangis, maka biarkanlah aku tetap membeli kainmu dan membayarnya dengan  harga yang pas."

Tawaran itu dijawabnya, "Wahai sahabatku, engkau menyangka aku menangis disebabkan karena kainku ada cacatnya? ketahuilah sesungguhnya yang menyebabkan aku menangis bukan karena kain itu.
Aku menangis disebabkan karena aku menyangka bahwa kain yang telah kubuat selama berbulan-bulan ini tidak ada cacatnya, tetapi di mata engkau sebagai  ahlinya, ternyata kain itu ada cacatnya.
Begitulah aku menangis kepada Allah dikarenakan aku menyangka bahwa ibadah yang telah aku lakukan selama bertahun- tahun ini tidak ada cacatnya,   mungkin di mata Allah SWT sebagai ahli-Nya ada cacatnya, itulah yang menyebabkan aku menangis."

Semoga kita menyadari sedini mungkin tentang amal yang kita lakukan apakah sudah sesuai ataukah tidak.

Hanya dengan ilmulah kita akan mengetahui dimana letak kekurangan amal kita.

Maka bukan hanya dengan  beramal sebanyak-banyaknya tapi juga beramal dengan sebenar-benarnya. *Karena syarat diterimanya suatu 'amal adalah ketika amal itu ikhlas karena Alloh dan sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu 'alayhi wa sallam.*

Wa Allahu a'alam...merdeka!

Selasa, 16 Agustus 2016

KI DALLANG DAN FITNAH

BY Unknown IN No comments

Ki Dallang menyimak kisah cerita yang diceritakan temannya. Bagaimana fitnah dan bahayanya agar pengalaman ini bisa menjadi inspirasi untuk lebih berhati hati menjalani hidup ini.
Kisah perjalanan seseorang pemfitnah Kyai datang ke Kyai.
“Kyai, maafkanlah saya yang telah memfitnah pak  kyai dan ajarkan saya sesuatu yang bisa menghapuskan kesalahan saya ini.”
Aku berusaha menjaga lisanku, tak ingin  sedikitpun menyebarkan kebohongan dan menyinggung perasaan kyai.
Kyai Husain terkekeh. “Apa kau serius?” Katanya.
Aku menganggukkan kepalaku dengan penuh keyakinan. “Saya serius, Kyai. Saya benar-benar ingin menebus kesalahan saya.”
Kyai Husain terdiam beberapa saat. Ia tampak berfikir. Aku sudah membayangkan sebuah doa yang akan diajarkan Kyai Husain kepadaku, yang jika aku membacanya beberapa kali maka Allah akan mengampuni dosa-dosaku. Aku juga membayangkan sebuah laku, atau tirakat, atau apa saja yang bisa menebus kesalahan dan menghapuskan dosa-dosaku. Beberapa jenak kemudian, Kyai Husain mengucapkan sesuatu yang benar-benar di luar perkiraanku. Di luar perkiraanku
“Apakah kau punya sebuah kemoceng di rumahmu?”
Aku benar-benar heran Kyai Husain justru menanyakan sesuatu yang tidak relevan untuk permintaanku tadi.
“Maaf, Kyai?” Aku berusaha memperjelas maksud kyai Husain.
Kyai Husain tertawa, seperti kyai Husain yang biasanya. Diujung tawanya, ia sedikit terbatuk.
Sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, ia menghampiriku,
“Ya, temukanlah sebuah kemoceng di rumahmu,” katanya.
Tampaknya Kyai Husain benar-benar serius dengan permintaannya.
“Ya, saya punya sebuah kemoceng di rumah, Kiai. Apa yang harus saya lakukan dengan kemoceng itu?”
Kyai Husain tersenyum.
“Besok pagi, berjalanlah dari rumahmu ke pondokku,” katanya,
“Berjalanlah sambil mencabuti bulu-bulu dari kemoceng itu. Setiap kali kau mencabut sehelai bulu, ingat-ingat perkataan burukmu tentang aku, lalu jatuhkan di jalanan yang kau lalui.”
Aku hanya bisa mengangguk. Aku tak akan membantahnya. Barangkali maksud kyai Husain adalah agar aku merenungkan kesalahan-kesalahanku. Dan dengan menjatuhkan bulu-bulunya satu per satu, maka kesalahan-kesalahan itu akan gugur diterbangkan waktu…
“Kau akan belajar sesuatu darinya,” kata kyai Husain. Ada senyum yang sedikit terkembang di wajahku.
Keesokan harinya, aku menemui Kyai Husain dengan sebuah kemoceng yang sudah tak memiliki sehelai bulupun pada gagangnya. Aku segera menyerahkan gagang kemoceng itu pada beliau.
“Ini, Kyai, bulu-bulu kemoceng ini sudah saya jatuhkan satu per satu sepanjang perjalanan. Saya berjalan lebih dari 5 km dari rumah saya ke pondok ini. Saya mengingat semua perkataan buruk saya tentang Kiai.
Saya menghitung betapa luasnya fitnah-fitnah saya tentang Kiai yang sudah saya sebarkan kepada begitu banyak orang. Maafkan saya, kyai. Maafkan saya…”
Kyai Husain mengangguk-angguk sambil tersenyum. Ada kehangatan yang aku rasakan dari raut mukanya. “Seperti aku katakana kemarin, aku sudah memaafkanmu. Barangkali kau hanya khilaf dan hanya mengetahui sedikit tentangku. Tetapi kau harus belajar seusatu…,” katanya.
Aku hanya terdiam mendengar perkataan Kyai Husain yang lembut, menyejukkan hatiku.
“Kini pulanglah…” kata Kyai Husain.
Aku baru saja akan segera beranjak untuk pamit dan mencium tangannya, tetapi Kiai Husain melanjutkan kalimatnya, “Pulanglah dengan kembali berjalan kaki dan menempuh jalan yang sama dengan saat kau menuju pondokku tadi…”
Aku terkejut mendengarkan permintaan kyai Husain kali ini, apalagi mendengarkan “syarat” berikutnya: “Di sepanjang jalan kepulanganmu, pungutlah kembali bulu-bulu kemoceng yang tadi kaucabuti satu per satu. Esok hari, laporkan kepadaku berapa banyak bulu yang bisa kau kumpulkan.”
Aku terdiam. Aku tak mungkin menolak permintaan Kyai Husain.
“Kau akan mempelajari sesuatu dari semua ini,” tutup Kyai Husain.
Sepanjang perjalanan pulang, aku berusaha menemukan bulu-bulu kemoceng yang tadi kulepaskan di sepanjang jalan. Hari yang terik. Perjalanan yang melelahkan. Betapa sulit menemukan bulu-bulu itu. Mereka tentu saja telah tertiup angin, atau menempel di sebuah kendaraan yang sedang menuju kota yang jauh, atau tersapu ke mana saja ke tempat yang kini tak mungkin aku ketahui.
Tapi aku harus menemukan mereka! Aku harus terus mencari ke setiap sudut jalanan, ke gang-gang sempit, ke mana saja!
Aku terus berjalan.
Setelah berjam-jam, aku berdiri di depan rumahku dengan pakaian yang dibasahi keringat. Nafasku berat. Tenggorokanku kering. Di tanganku, kugenggam lima helai bulu kemoceng yang berhasil kutemukan di sepanjang perjalanan.
Hari sudah menjelang petang. Dari ratusan yang kucabuti dan kujatuhkan dalam perjalanan pergi, hanya lima helai yang berhasil kutemukan dan kupungut lagi di perjalanan pulang. Ya, hanya lima helai. Lima helai.
Hari berikutnya aku menemui Kyai Husain dengan wajah yang murung. Aku menyerahkan lima helai bulu kemoceng itu pada Kyai Husain. “Ini, Kyai, hanya ini yang berhasil saya temukan.” Aku membuka genggaman tanganku dan menyodorkannya pada Kyai Husain.
Kyai Husain terkekeh. “Kini kau telah belajar sesuatu,”katanya.
Aku mengernyitkan dahiku. “Apa yang telah aku pelajari, Kyai?” Aku benar-benar tak mengerti.
“Tentang fitnah-fitnah itu,” jawab kyai Husain.
Tiba-tiba aku tersentak. Dadaku berdebar. Kepalaku mulai berkeringat.
“Bulu-bulu yang kaucabuti dan kaujatuhkan sepanjang perjalanan adalah fitnah-fitnah yang kausebarkan. Meskipun kau benar-benar menyesali perbuatanmu dan berusaha memperbaikinya, fitnah-fitnah itu telah menjadi bulu-bulu yang beterbangan entah kemana. Bulu-bulu itu adalah kata-katamu. Mereka dibawa angin waktu ke mana saja, ke berbagai tempat yang tak mungkin bisa kau duga-duga, ke berbagai wilayah yang tak mungkin bisa kauhitung!”
Tiba-tiba aku menggigil mendengarkan kata-kata Kiai Husain. Seolah-olah ada tabrakan pesawat yang paling dahsyat di dalam kepalaku. Seolah-olah ada hujan mata pisau yang menghujam jantungku. Aku ingin menangis sekeras-kerasnya. Aku ingin mencabut lidahku sendiri.
“Bayangkan salah satu dari fitnah-fitnah itu suatu saat kembali pada dirimu sendiri… Barangkali kau akan berusaha meluruskannya, karena kau benar-benar merasa bersalah telah menyakiti orang lain dengan kata-katamu itu. Barangkali kau tak tak ingin mendengarnya lagi. Tetapi kau tak bisa menghentikan semua itu! Kata-katamu yang telah terlanjur tersebar dan terus disebarkan di luar kendalimu, tak bisa kau bungkus lagi dalam sebuah kotak besi untuk kau kubur dalam-dalam sehingga tak ada orang lain lagi yang mendengarnya. Angin waktu telah mengabadikannya.”
“Fitnah-fitnah itu telah menjadi dosa yang terus beranak-pinak tak ada ujungnya. Agama menyebutnya sebagai dosa jariyah. Dosa yang terus berjalan diluar kendali pelaku pertamanya. Maka tentang fitnah-fitnah itu, meskipun aku atau siapapun saja yang kau fitnah telah memaafkanmu sepenuh hati, fitnah-fitnah itu terus mengalir hingga kau tak bisa membayangkan ujung dari semuanya. Bahkan meskipun kau telah meninggal dunia, fitnah-fitnah itu terus hidup karena angin waktu telah membuatnya abadi. Maka kau tak bisa menghitung lagi berapa banyak fitnah-fitnah itu telah memberatkan timbangan keburukanmu kelak.”
Tangisku benar-benar pecah. Aku tersungkur di lantai.
“Astagfirulloh hal-adzhim… Astagfirullohal-adzhim…
Astagfirulloh hal-adzhim…”
Aku hanya bisa terus mengulangi istighfar. Dadaku gemuruh. Air mata menderas dari kedua ujung mataku.
“Ajari saya apa saja untuk membunuh fitnah-fitnah itu, Kyai. Ajari saya! Ajari saya! Astagfirulloohal-adzhim…” Aku terus menangis menyesali apa yang telah aku perbuat.
Kyai Husain tertunduk. Beliau tampak meneteskan air matanya.“ Aku telah memaafkanmu setulus hatiku, Nak,” katanya, “Kini, aku hanya bisa mendoakanmu agar Allah mengampunimu, mengampuni kita semua. Kita harus percaya bahwa Allah, dengan kasih sayangnya, adalah zat yang maha terus menerus menerima taubat manusia… Innallooha tawwaabur-rahiim...”
Aku disambar halilintar jutaan megawatt yang mengguncangkan batinku! Aku ingin mengucapkan sejuta atau semiliar istighar untuk semua yang sudah kulakukan! Aku ingin membacakan doa-doa apa saja untuk menghentikan fitnah-fitnah itu!
“Kini kau telah belajar sesuatu,” kata Kyai Husain, setengah berbisik. Pipinya masih basah oleh air mata.
Demikianlah sahabat & saudaraku.  Itulah kenapa, fitnah itu "KEJAM".
Lebih kejam dari pada pembunuhan.
Semoga kita terhindar dari Fitnah....

Minggu, 03 Juli 2016

KI DALLANG DAN KISAH CINTA

BY Unknown IN No comments

Ki Daĺlang memang terlihat unik atau sedikit nyeleneh. Mungkin harus begitu biar tampikannya beda dengan yang lain. Different atau apa bahasa-bahasa keren dan gaulnya....hehehe.
Tapi dengan contoh, misal atau analogi itu lebih mudah diterima masyarakat kebanyakan dari pada istilah-istilah ilmiah orang-orang kampus. Walau pun kadang bahasa itu juga diperlukan sesuai tuntutan jaman....biar terlihat trendi....
Kadang Ki Dallang juga terinspirasi dari cerita dan istilah-istilah yang didapat dari WA, FB, BBM dan sebangsanya. Yang diperlukan kecerdasan melihat, mengolah, membungkus dengan kemasan baru ATM (amati tiru modifikasi) bahasa training motivasi. Cerita kisah kasih cinta ini mungkin sering dibaca di medsos tapi tetap menarik makna arti dan nilai untuk diteladani sebagai bekal kehidupan kita.
Pada suatu hari ada seorang Ibu yang baru pulang dari pasar melihat ada 3 orang berjanggut di halaman rumahnya. Ketiga pria itu terlihat letih dan lapar, ibu itu mengajak mereka masuk untuk makan, tapi mereka bertanya, "apakah suamimu sudah pulang ?"
"Belum" jawab Ibu itu.... "Kalau begitu kami tidak bisa masuk."
Ketika suaminya pulang, Ibu itu menceritakan tentang ketiga orang tersebut, dan suaminya menyuruhnya mengajak ketiga orang itu untuk masuk ke rumah...
Ketika ibu menyuruh mereka masuk, salah seorang berjanggut itu
berkata: "Yang itu bernama Kekayaan, yang itu Kesuksesan dan saya Cinta...
Kamu harus memilih salah satu dari kami untuk masuk ke dalam rumahmu, kami tidak
bisa masuk bersamaan."
Ibu itu masuk ke dalam dan menceritakan apa yang dikatakan orang itu, suaminya berkata: "suruh Kekayaan masuk, saya ingin rumah ini penuh dengan Kekayaan."
Tapi Ibu itu berkata: "lebih baik Kesuksesan, biar semua pekerjaan kita selalu penuh dengan Kesuksesan."
Anak-anak mereka berkata:
"lebih baik Cinta, biar rumah ini selalu penuh dengan Cinta,"
Akhirnya semua setuju untuk mengajak Cinta masuk...
Ibu itu kembali ke depan dan berkata, "yang bernama Cinta silahkan masuk."
Ketika orang yang bernama Cinta berjalan masuk, kedua orang yang lain mengikutinya.
Si Ibu heran dan berkata, "kami hanya mengundang Cinta, kenapa kalian ikut?" Orang itu berkata, "Kalau Ibu memilih Kekayaan atau Kesuksesan, kami hanya bisa berjalan sendiri-sendiri... Tapi karena Ibu memilih CINTA, kami berdua akan selalu mengikutinya kemanapun dia berjalan... Sebenarnya kami berdua ini buta, hanya Cinta yang bisa melihat dan menuntun kami kemanapun dan kapanpun juga....

Pesan :
Jalani hidup ini dengan cinta..."Dan bersyukurlah karena kita masih berada diantara orang-orang yang mencintai kita.. Bukan orang-orang yang dibutakan oleh Kekayaan atau Kesuksesan.......NIAT BAIK caranya baik, HASILNYA BAIK, Sehat, Bahagia dan Sukses itu PILIHAN kita............

Selasa, 28 Juni 2016

KI DALLANG DAN PIDATO KEMATIAN

BY Unknown IN No comments

Ki Dallang dari masa remaja sudak aktif senang di dunia spiritual. Semenjak lulus SLTA Ki Dallang sudah aktif ikut menjadi trainer di Pesantren kilat. Ki Dallang sudah mulai aktif semenjak Tahun 1994 dan diresmikan secara Nasional oleh Presiden RI Bapak Soehàrto Tahun 1996. Ki Dallang ikut juga mengadakan Kemah Buku bersama Persatuan Wanita Islam bekerjasama dengan Garuda dan ICMI. Materi yang sering dibawakan Ki Dallang adalah Kontrak Belajar dan Pidato Kematian.
 
Kenapa ada materi Pidato Kematian? Karena mati itu pasti waktunya yang tidak pasti. Maka perlu dipersiapkan agar terpacu untuk mempersiapkan diri. Setiap peserta wajib mempresentasikan dengan menyebutkan Nama lahir dan rencana kerja hingga bagaimana kematian yang diinginkan. Diharapkan peserta semangat bekerja dan melakukan kebaikan. Tidak ada kata terlambat untuk berusaha dan berbuat baik agar menjadi orang beruntung? Siapakah orang yang beruntung apakah yang hartanya banyak? apakah yang berilmu tinggi dan sakti? atau apakah yang punya kedudukan  dan jabatan kekuasaannya luas? tentu jawabnya bisa iya bisa tidak. Tapi orang yang sukses dan beruntung dicontohkan dalam karakter para Nabi. Kalau contoh tanda sukses di dunia banyak dicontohkan di dunia. Sukses dan beruntung dunia akhirat dicontohkan dalam 25 pribadi Nabi.
 
Ki Dallang teringat satu kisah kegigihan seseorang yang luar biasa.
Kisah inspiratif :
  • Di usia 5 tahun Ayahnya meninggal
  • Di usia 16 tahun dia berhenti bersekolah 
  • Di usia 17 dia sudah dipecat 4 kali dari pekerjaan 
  • Di usia 18 dia menikah 
  • Di usia 18 - 22 dia menjadi konduktor dan gagal Lalu ikutan militer dan dikeluarkan.
  • Lalu mencoba tes masuk fakultas hukum dan lagi lagi gaga...
  • DI usia 19 dia menjadi ayah.
  • Di usia 20 istrinya meninggalkannya dan mengajak serta putri nya yang masih bayi.
  • Dia bekerja di cafe kecil sebagai tukang cuci piring dan tukang masak
  • Dia mencoba mengambil lagi putrinya dari istrinya yang pergi meninggalkannya dana akhirnya berhasil meyakinkan istrinya untuk kembali pulang
  • Di usia 65 tahun dia pensiun dari pekerjaan dan di hari pertama menjadi pensiunan, dia mendapat cek dari pemerintah senilai 105 dollar.
Dia merasa pemerintah pun menganggap dia tidak bisa membiayai hidupnya sehingga harus memberi tunjangan hari tua. Dia memutuskan untuk melakukan percobaan bunuh diri, karena merasa selama 65 tahun hidup, dia selalu menjadi orang gagal di bidang apapun Dia duduk di bawah pohon, menuliskan niatnya bunuh diri di secarik surat tapi akhirnya dia mengurungkan niat dan   sebaliknya dia menulis Apa YANG DIA MAU CAPAI di sisa hidupnya ini di usia yang sudah senja. Dia sadar dia masih punya keahlian yaitu :  "MEMASAK" Dia meminjam 87 dollar dengan jaminan cek nya dan membeli ayam MEMASAKnya dengan RESEPnya, Lalu berjualan door to door dan ditolak ribuan kali dari 1 rumah ke rumah lainnya di kota KENTUCKY Ingat, di usia 65 dia sudah menyiapkan niat untuk bunuh diri Tapi di usia 88 tahun, dia menjadi Billionaire dari usaha Kentucky Fried Chicken

Moral cerita :
TIDAK PERNAH ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MEMULAI
Yang penting sikapmu dan kegigihanmu. Seberapapun gagalnya, bangkitlah terus karena nasib setiap manusia berada dalam tangan Tuhan YMK. Semua kunci dan modal keberhasilan itu sudah ada di dalam dirimu sendiri.
Temukan di dalam dirimu dan BERKARYALAH
Tidak ada kata terlambat untuk bermimpi.
DAN SAAT INI KITA SAKSIKAN KOLONEL SANDERS KENTUCKY FRIED CHICKEN TEGAK BERKIBAR DI DUNIA

Jumat, 24 Juni 2016

KI DALLANG DAN KEHADIRAN TUHAN

BY Unknown IN No comments

Ki Dallang dari masa remaja semenjak lulus sekolah SLTA suka berkelana. Hampir daerah pernah didatanginya. Awal di Jakarta setelah dari Banten Ki Dallang berada di Pondok Gede. Disamping belajar kehidupan juga mengajar dari rumah ke rumah. Hingga suatu saat Ki Dallang punya peserta didik yang kritis namanya Anet. Anet baru kelas dua Asyafiiyah. Ki Dallang dapat tugas mengajar al Quran dan sekitar spiritual keislman. Waktu itu kira-kira tahun 1994 Anet yang baru kelas dua itu bertanya, Kak katanya Allah itu Esa atau satu, terus Anet punya Allah, Kakak punya Allah, mama punya Allah, papah punya Allah kalau gitu Allah banyak dong Kak? tanyanya. Bagaimana menurutmu menjawab pertanyaan seorang anak yang baru kelas dua yang bisa dipahaminya. Coba jawab dalam batinmu......
Ki Dallang menjawabnya 1. Pikirkanlah ciptaanNya jangan memikirkan dzatNya dengan disertai bahasa arabnya.....tafakaruu fi kholkilah wa laa tafakaruu fi dzatillah.
2. Semua yang ada di alam semesta ini merupakan ciptaanNya. Termasuk bumi, gunung, lautan dan lain2nya. Sekarang Kakak tanya Anet, anet tahu matahari? tanya Ki Dallang. Tahu lah Kak "jawab Anet. Di Indonesia ada matahari? di jepang ada matahari? Di Inggris ada matahari? di Turki ada matahari? Anet menjawab dengan menganggukkan kepalanya dengan jawaban ada...ada...
Matahari yang Anet ketahui ada berapa? Anet menjawabnya.....satu...  Cerita nyata ini juga seperti cerita Profesor dan Mahasiswanya.
*Sedikit bahan renungan tentang hukum fisika*
Seorang * Profesor yg beraliran Komunis*, berbicara di suatu  kelas.
Profesor: "Apakah Tuhan menciptakan segala yang ada?"
Para mahasiswa: "Betul! Dia pencipta segalanya."
Profesor: "Jika Tuhan menciptakan segalanya, berarti Tuhan juga menciptakan kejahatan."
(Semua terdiam. Agak kesulitan menjawab hipotesis profesor itu).
Tiba-tiba suara seorang mahasiswa memecah kesunyian.
Mahasiswa: "Prof! Saya ingin bertanya. Apakah dingin itu ada?"
Profesor: "Pertanyaan macam apa itu? Tentu saja, dingin itu ada."
Mahasiswa: "Prof! Dingin itu tidak ada. Menurut hukum fisika, yang kita anggap dingin sebenarnya adalah ketiadaan panas.
Suhu -273℃ adalah ketiadaan panas sama sekali. Semua partikel menjadi diam. Tidak ada gerakan pada suhu tersebut.
Kita menciptakan kata 'dingin' untuk mengungkapkan ketiadaan panas, OK.
Selanjutnya! Apakah gelap itu ada?"
Profesor: "Tentu saja ada!"
Mahasiswa: "Anda salah lagi Prof! Gelap juga tidak ada.
Gelap adalah keadaan di mana tidak ada cahaya. Cahaya dapat kita pelajari. Sedangkan gelap tidak.
Kita bisa menggunakan prisma Newton untuk mengurai cahaya menjadi beberapa warna dan mempelajari panjang gelombang setiap warna.
Tapi! Anda tidak pernah bisa mengukur gelap. Seberapa gelap suatu ruangan diukur melalui berapa besar intensitas cahaya di ruangan itu.
Kata 'gelap' dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan cahaya.
Jadi! Apakah kejahatan, kemaksiatan itu ada?"
Profesor mulai bimbang tapi menjawab juga: "Tentu saja ada."
Mahasiswa: "Sekali lagi anda salah Prof! Kejahatan itu tidak ada. Tuhan tidak menciptakan kejahatan atau kemaksiatan. Seperti dingin dan gelap juga.
Kejahatan adalah kata yang dipakai manusia untuk menggambarkan ketiadaan Tuhan dalam diri manusia.
Kejahatan adalah hasil dari tidak hadirnya Tuhan dalam hati manusia."
Profesor terpaku dan terdiam!
Dosa terjadi karena manusia lupa menghadirkan Tuhan dalam hatinya..
*Hadirkan Tuhan setiap saat di dalam diri kita.....Merdeka!

Minggu, 19 Juni 2016

KI DALLANG DAN COBAAN

BY Unknown IN No comments

Hari Ke-Sebelas Ramadhan Ki Dallang diundang untuk berbuka bersama. Sebelum tiba saat acara dimulai Ki Dallang kumpul bersamà pengurus bercengkrama, bercerita dan berkenalan. Dari latar belakang yang berbeda beda. Ada yang bercerita latar belakang kesuksesan usahanya dan ada juga yang bercerita kesulitan-kesulitan dalam usahanya. Ki Dallang menyimpulkan dari cerita tersebut keberhasilan merupakan ujian, kesulitan dan penderitaan juga ujian bagi orang beriman.
Ada yang di uji dengan kesulitan, penderitaan, hinaan tetap bertahan, tapi ada juga yang di uji dengan kesuksesan, kekayaan, jabatan, pujian, kekuasaan.

Ini seperti cerita Monyet dan angin

Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa.
Dia nggak sadar sedang diintip oleh tiga angin besar.
*Angin Topan, Tornado dan Bahorok*.
Tiga angin itu rupanya pada ngomongin,
siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.
*Angin Topan* berkata, dia cuma perlu waktu 45 detik.
*Angin Tornado* nggak mau kalah, 30 detik, katanya.
*Angin Bahorok* senyum ngeledek dan bilang,15 detik juga jatuh tuh monyet.
Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.
Angin TOPAN duluan,
… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…
Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.
Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss…
Dia tiup sekencang-kencangnya. Nggak jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado juga nyerah.
Terakhir, Angin BAHOROK. 
Lebih kencang lagi dia tiup.
Wuuuss… Wuuuss… Wuuuss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.
Nggak jatuh-jatuh.
Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,
si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.
Nggak lama, datang *angin SEPOI-SEPOI*..
Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi yang kecil.
Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet. Psssss…
Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet. Nggak lama ketiduran dia terus lepas lah pegangannya
Alhasil, jatuh deh tuh si monyet.

*Hikmah Pesan Moralnya adalah *

Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN…
Dicoba dengan PENDERITAAN…
Didera MALAPETAKA… Kita kuat bahkan lebih kuat dari sebelumnya…
Tapi jika kita diuji dengan KENIKMATAN… KESENANGAN… KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN...
Disinilah ” KEJATUHAN ” itu terjadi.
Jangan sampai kita terlena…terbuai..
Tetap ”Rendah hati”, “Mawas diri”, “Sederhana”, "Berbuat Amal" karena bukan KRITIKAN yang membuat anda "JATUH" tapi sanjungan dan pujian.... Merdeka!

Kamis, 16 Juni 2016

KI DALLANG TENTANG MENANAM KEYAKINAN

BY Unknown IN No comments

Hari Kesembilan puasa Ki Dallang mendapat giliran isi acara di Sekolah Al Ihsan Kebagusan. Ki Dallang sangat semangat, kenapa tahu alasannya?
Karena ia ingat filosofi para leluhur "Tanamlah tanaman walau engkau tidak makan buah yang engkau tanam bisa jadi dibutuhkan anak cucu atau generasimu". Kita bisa minum air daugan (kelapa), menikmati kelapa bukan hasil tanaman kita, tapi hasil tanam orang tua atau kakek nenek kita. Kita hendaknya bukan hanya makan jasa tapi hendaknya pandai menanam jasa pula. Mendidik generasi dengan berbudi pekerti merupakan investasi jangka panjang. Bahkan kita meninggalkan dunia pun masih bisa menikmati hasilnya Seperti yang dipesankan Nabi "Bila anak adam mati putus amalnya kecuali 3 perkara 1. Sedekah jariah 2. Ilmu yang bermanfaat 3. Anak atau generasi yang bisa mendoakan.
Dengan dasar pesan Nabi inilah Ki Dallang sangat bersemangat untuk berbagi apa yang dimiliki. Menanamkan keyakinan bahwa setiap Allah menciptakan apapun yang ada dimuka bumi pasti ada hikmah dan manfaatnya. Hanya kadang manusianya tidak bisa menempatkan pada tempatnya yang tepat sesuai potensi dan fungsinya. Ki Dallang ingat kisah yang bisa menambah keyakinan dan memotivasi diri.
 
Ada seorang pria, tidak lolos ujian masuk universitas, orang tuanya pun menikahkan ia dengan seorang wanita.
Setelah menikah, ia mengajar di sekolah dasar. Karena tidak punya pengalaman, maka belum satu minggu mengajar sudah dikeluarkan.
Setelah pulang ke rumah, sang istri menghapuskan air mata nya, menghiburnya dengan berkata: "Banyak ilmu di dalam otak, ada orang yang bisa menuangkannya, ada orang yang tidak bisa menuangkannya. Tidak perlu bersedih karena hal ini. mungkin ada pekerjaan yang lebih cocok untukmu sedang menantimu."
Kemudian, ia pergi bekerja keluar, juga dipecat oleh bosnya, karena gerakannya yang lambat.
Saat itu sang istri berkata padanya, kegesitan tangan-kaki setiap orang berbeda, orang lain sudah bekerja beberapa tahun lamanya, dan kamu hanya belajar di sekolah, bagaimana bisa cepat?
Kemudian ia bekerja lagi di banyak pekerjaan lain, namun tidak ada satu pun, semuanya gagal di tengah jalan.
Namun, setiap kali ia pulang dengan patah semangat, sang istri selalu menghiburnya, tidak pernah mengeluh.
Ketika sudah berumur 30 tahun-an, ia mulai dapat berkat sedikit melalui bakat berbahasanya, menjadi pembimbing di sekolah luar biasa tuna rungu wicara.
Kemudian, ia membuka sekolah siswa cacat, dan akhirnya ia bisa membuka banyak cabang toko yang menjual alat-alat bantu orang cacat di berbagai kota.
Ia sudah menjadi bos yang memiliki harta kekayaan berlimpah.
Suatu hari, ia yang sekarang sudah sukses besar, bertanya kepada sang istri, bahwa ketika dirinya sendiri saja sudah merasakan masa depan yang suram, mengapa engkau tetap begitu percaya kepada ku?
Ternyata jawaban sang istri sangat polos dan sederhana.
Sang istri menjawab: sebidang tanah, tidak cocok untuk menanam gandum, bisa dicoba menanam kacang, jika kacang pun tidak bisa tumbuh dengan baik, bisa ditanam buah-buahan; jika buah-buahan pun tidak bisa tumbuh, semaikan bibit gandum hitam pasti bisa berbunga. karena sebidang tanah, pasti ada bibit yang cocok untuknya, dan pasti bisa menghasilkan panen dari nya.
Mendengar penjelasan sang istri, ia pun terharu mengeluarkan air mata. Keyakinan kuat, ketabahan serta kasih sayang sang istri, bagaikan sebutir bibit yang unggul;
Semua prestasi pada dirinya, semua adalah keajaiban berkat bibit unggul yang kukuh sehingga tumbuh dan berkembang menjadi kenyataan.
Di dunia ini tidak ada seorang pun adalah sampah. hanya saja tidak ditempatkan di posisi yang tepat.

Hikmah cerita ini adalah menanamkan keyakinan bahwa setiap orang diberi kelebihan dan kekurangan untuk saling melengkapi dan saling memberi karena saling membutuhkan.
Delapan kalimat di bawah ini, semuanya adalah intisari kehidupan:

1. Orang yang tidak tahu menghargai sesuatu, biarpun diberi gunung emas pun tidak akan bisa merasakan kebahagiaan.
2. Orang yang tidak bisa toleransi, seberapa banyak teman pun, akhirnya semua akan meninggalkannya.
3. Orang yang tidak tahu bersyukur, seberapa pintar pun, tidak akan sukses.
4. Orang yang tidak bisa bertindak nyata, seberapa cerdas pun tidak akan tercapai cita-cita nya.
5. Orang yang tidak bisa bekerjasama dengan orang lain, seberapa giat bekerja pun tidak akan mendapatkan hasil yang optimal.
6. Orang yang tidak bisa menabung, terus mendapatkan rejeki pun tidak akan bisa menjadi kaya.
7. Orang yang tidak bisa merasa puas, seberapa kaya pun tidak akan bisa bahagia.
8. Orang yang tidak bisa menjaga kesehatan, terus melakukan pengobatan pun tidak akan berusia panjang.
Semoga Ramadan ini membawa berkah yang berlimpah.....merdeka!

Selasa, 14 Juni 2016

KI DALLANG MENGETAHUI BAHASA AYAM

BY Unknown IN No comments

Malam kedua Ramadhan ini Ki Dallang diminta ganti Ustadz Amin untuk isi ceramah di Mushola Al Fikri Komplek Nirmala I Cimanggis. Setelah membacakan dalil kewajiban puasa maka Ki Dallang memberikan contoh makhluk lain pun menjalankan puasa. Contohnya ulat, ular dan ayam. Ayam waktu bertelur kaget karena tidak seperti dirinya maka dia teriak2 kaget....lho kok...lho kok....lho kok...  maka ayam diperintah puasa bila ingin telurnya seperti dirinya bukan berupa telur bulat. Dan tahukah mengapa Ayam Jago berkokok pada waktu-waktu tertentu? Apa bahasanya? Ayam bukan ngomong kukuruyuuuuuk..... tapi udzkuruullah....
Apa alasannya? Karena Ayam melihat Malaikat. Ki Dallang tidak kurang lakon. Sebelumnya sudah baca artikel ini.

Mengapa Ayam Bisa Melihat Malaikat?
Ayam merupakan salah satu unggas penghasil daging yang paling populer.
Dalam setiap kesempatan, ternyata hidangan berbahan dasar daging ayam sangat banyak diminati oleh berbagai kalangan..
Nabi Muhammad SAW pernah memiliki kesan tersendiri terhadap hewan ini.
Dalam sebuah sabdanya Nabi SAW mengungkap kan bahwa ayam adalah hewan yang bisa mengetahui kedatangan malaikat.
“Bila engkau mendengar suara ayam jantan maka mintalah karunia kepada Allah karena Ia melihat malaikat, sedangkan bila engkau mendengar ringkikan keledai, maka berlindunglah kepada Allah dari Setan karena dia melihat setan.” (Shahih, HR Bukhari dan Muslim).

Saat sabda ini diturunkan hingga manusia terus mengalami perkembangan berabad-abad, mungkin sabda ini hanya dianggap sebagai kelebihan ilmu pengetahuan yang dimiliki Nabi SAW yang Ia dapatkan dari Allah SWT. Namun pengetahuan Nabi SAW ini ternyata dibuktikan secara ilmiah oleh para ilmuwan abad ini.

Sebuah studi dalam jurnal  Public Library of Science,  tahun 2010 menemukan bahwa ayam memiliki kerucut retina tambahan dibandingkan dengan manusia, yang memungkinkan mereka untuk membedakan warna tambahan.

Para ilmuwan di Washington University di St. Louis  yang dipimpin oleh Joseph Corbo mengatakan, kemampuan untuk melihat warna berasal dari sel cahaya-sensing khusus yang ditemukan di retina. Sel-sel ini, yang disebut kerucut, datang dalam berbagai rasa, yang masing-masing dapat mendeteksi panjang gelombang cahaya yang berbeda.

Manusia memiliki tiga jenis kerucut yang memungkinkan kita untuk melihat warna merah, hijau dan biru. Tapi ayam memiliki kerucut ekstra untuk melihat violet dan sinar ultraviolet. Terlebih lagi, kerucut ayam ini didistribusikan secara merata di seluruh retina, meningkatkan kemampuan burung untuk melihat warna di seluruh bidang visual mereka.

"Berdasarkan analisis ini, Warna di retina ayam sangat melebihi yang terlihat di sebagian besar retina lain dan tentu saja bahwa dalam kebanyakan retina mamalia," kata penulis studi Dr. Joseph C. Corbo of Washington University School of Medicine di St. Louis.

Hal ini tentu sejalan dengan sabda Nabi SAW yang mengatakan bahwa ayam dapat melihat malaikat. Pasalnya malaikat merupakan makhluk Allah yang diciptakan  dari cahaya artinya dari sinar ultraviolet.

“Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam dari tanah."  [HR Abu Daud (4700) dan At Tirmidzi (2155)]

Hal ini, menjelaskan kepada kita mengapa setan melarikan diri saat disebutkan nama Allah. Penyebabnya adalah karena para malaikat datang ke tempat yang disebut nama Allah itu, sehingga setan melarikan diri. Setan terganggu bila melihat cahaya malaikat. Dengan kata lain, jika sinar ultraviolet bertemu dengan sinar inframerah di satu tempat, maka sinar merah memudar.

Dan tahukah anda mengapa ayam berkokok jika fajar tiba?
Saat terbitnya matahari juga banyak terdengar ayam berkokok, namun bukan karena mataharinya, melainkan melihat cahaya yang terpancar dari para malaikat-malaikat Allah yang sedang sibuk membagikan rezeki dari Allah untuk semua makhluknya setiap hari.

Maka jangan lewatkan untuk selalu bangun pagi dan shalat Subuh.

Mungkin mereka yang melakukan penelitian ini tidak pernah tahu bahwa Nabi Muhammad SAW pernah bersabda bahwa ayam bisa melihat malaikat.
Setidaknya terimakasih semakin memperkuat kebenaran akan ayat-ayat Allah SWT dan Sabda Nabi SAW.

_Wallahu a'lam bish-shawwab._
Selamat menjalankan ibadah puasa..
Semoga penuh berkah

Jumat, 10 Juni 2016

KI DALLANG DAN PUASA AYAM

BY Unknown IN No comments

Malam kedua Ki Dallang diundang untuk memberi pencerahan di Mushola Al Fikri Perumahan Bukit Nirmala Cimanggis Depok.
 
Setelah membacakan dasar dalil ayat tentang puasa.  " Hai orang2 beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan pula bagi umat sebelum kalian agar kalian termasuk orang bertakwa"

Ki Dallang mempertegas bahwa output puasa kebaikan dan manfaat untuk diri sendiri bagi yang berpuasa. Dan amalan puasa juga dilakukan untuk orang2 sebelum kita. Bahkan puasa juga berlaku untuk makhluk lain selain manusia.

Misalnya:

PUASANYA AYAM
 
Ayam waktu bertelur kaget melihat bentuk tidak seperti dirinya, hanya berbentuk bulatan. Maka ia sedih dan berteriak lho kok...lho kok...lho kok...lho kok....
Maka ayam mengadu pada Allah dalam kebingungan itu....maka ayam diperintah untuk berpuasa dengan angkrem memeluk telurnya dengan penuh kasih sayang dan kesungguhan sesuai hari yang ditetapkan...
Maka ayam pun berpuasa bila dijalankan sungguh sungguh maka telurnya berubah jadi anak ayam....
 
Hikmahnya;
1. Kalau ayam puasanya sungguh2 dijalankan sesuai dengan aturannya maka akan menetaskan telur menjadikan generasi seperti dirinya
2. Kalau puasanya dilakukan sesuka dirinya tidak mengikuti aturannya tidak akan menetaskan telur atau melahirkan generasi baru seperti dirinya bahkan telurnya akan menjadi busuk.
3. Dalam puasa atau mengengkrami telur diperlukan keyakinan dan kesungguhan dengan penuh kasih dan sayangnya.
4. Ayam menjalankan puasa mengengkram telurnya dengan rasa atau insting yang diberikanNya tanpa akal dan pikiran

PUASA ULAR
Agar mampu menjaga kelangsungan hidupnya, salah satu yang harus dilakukan ULAR adalah mengganti kulitnya secara berkala.
Tidak serta merta ular bisa menanggalkan kulit lama. Dia harus berPUASA tanpa makan dalam kurun waktu tertentu. Setelah PUASA nya SELESAI, maka kulit luar terlepas dan muncullah kulit baru.
Hikmahnya:
1. WAJAH ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
2. NAMA ular sebelum dan sesudah puasa tetap sama, yakni ULAR.
3. MAKANAN ular sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
4. CARA BERGERAK sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.
5. TABIAT dan SIFAT sebelum dan sesudah puasa tetap SAMA.

PUASA ULAT

Hewan yang satu ini, termasuk paling rakus.
Hampir sepanjang waktunya dihabiskan untuk makan.
Tapi begitu sudah tiba saatnya, dia lakukan perubahan dengan cara berPUASA.
Puasa yang benar-benar dipersiapkan untuk MENGUBAH KUALITAS HIDUP nya.
Dia mengasingkan diri, badannya dibungkus rapat dan tertutup dalam kokon, sehingga tak mungkin lagi melampiaskan hawa nafsu makannya.
SETELAH berminggu-minggu PUASA, keluarlah dari kokon, seekor MAKHLUK BARU yang sangat indah bernama KUPU-KUPU.
Hikmahnya:
1. WAJAH ulat sesudah puasa berubah INDAH MEMPESONA
2. NAMA ulat sesudah puasa berubah menjadi KUPU-KUPU
3. MAKANAN ulat sesudah puasa berubah MENGHISAP MADU
4. CARA BERGERAK ketika masih jadi ulat melata, setelah puasa berubah TERBANG di awang-awang.
5. TABIAT dan SIFAT berubah total.
Ketika masih jadi ulat menjadi perusak alam, pemakan daun.
Begitu menjadi kupu-kupu menghidupkan dan membantu kelangsungan kehidupan tumbuhan dengan cara membantu PENYERBUKAN BUNGA.

PESAN MORAL nya :

Semoga ibadah PUASA KITA mampu meng-HIJRAH-kan diri kita jadi se MAKIN TAQWA dan mampu menjadi insan.. KHAIRUNNAS AN-FAUHUM LINNAS.. (sebaik-baik manusia ialah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya).
Dengan menjalankan puasa Ramadhan dengan kesungguhan keimanan dan penuh perhitungan dan harapan maka Allah mengampuni dosa2 kita yang terdahulu. Dan kita akan digolongkan termasuk orang2 yang beruntung atau orang2 muttakiin. Amin..

KI DALLANG DAN SEORANG TUKANG BANGUNAN

BY Unknown IN No comments

Ki Dallang mengadakan kegiatan arisan bersama yang pesertanya banyak dari tukang bangunan, Pemborong, sopir dan warga perantau dari daerahnya. Dari perkumpulan itu digunakan untuk saling berbagi informasi, inspirasi, motivasi dan semangat religi.  
Ki Dallang menyampaikan meteri yang sering disampaikan menata dan memperbaiki Niat dan tujuan agar selalu semangat dan antusias dàlam bekerja dan berusah dengan berharap padaNya. Ada berbagai cerita menarik dan hal hal yang positif yang bisa diambil dalam pertemuan arisan bulanan tersebut.
 
Ada kisah menarik yang bisa kita ambil hikmahnya dari seorang tukang bangunan. Tukang bangunan ini telah
bertahun-tahun lamanya bekerja ikut Pemborong.
Tukang bangunan ini bermaksud mengajukan pensiun,
karena ingin memiliki banyak waktu untuk keluarganya.
Si Pemborong berkata,
"Saya setujui permohonan pensiunmu dengan syarat kamu bangun dahulu satu rumah terakhir sebelum kamu pensiun".
Si Tukang Bangunan segera membangunnya.
Karena kejar tayang,
iapun mengerjakannya asal-asalan,..... dan asal jadi.
Selesai sudah bangunan terakhir yang ia buat.
Ia serahkan kunci rumah kepada sang Pemborong.
Sang Pemborong pun tersenyum dan berkata,
"Rumah ini adalah hadiah untukmu, karena telah lama bekerja bersamaku."
Terkejutlah si Tukang Bangunan itu,......  ada rasa sesal....... kenapa rumah, yang akhirnya hendak ia tempati itu,..... dikerjakannya secara asal asalan.
Hikmah yang kita ambil adalah,
Ibadah yang kita kerjakan
di dunia ini, tak lain adalah 'rumah' ..... yg sedang kita bangun untuk kita tempati nanti.... setelah pensiun dari kehidupan dunia.
Jangan sampai kelak kita menyesal,.... karena kita menempati "rumah buruk"
yang kita bangun asal asalan.
Apa pun dan sekecil apa pun hendaknya kita lakukan dengan penuh kesungguhan.
Apa yang kita lakukan akan kita dapatkan hasilnya dan kita akan  nikmati dan rasakan sendiri
Dengan penuh harapan kita lakukan setiap aktifitas dengan mengharapkan ridho-Nya.
Anda bisa kembangkan untuk mendapatkan berkah dan hikmah dengan kisah ini.

Jumat, 08 April 2016

KI DALLANG DAN IKAN BARRACUDA

BY Unknown IN No comments

Kita sering kali terbelenggu keadaan, latar belakang, sudut pandang, kedudukan, dan lain-lain warna keadaan dunia yang menyebabkan kita merasa terikat, terjepit, terdesak dan tak bisa bergerak. Merasa tidak bebas atau....merdeka.
Kadang kita menyerah kalah sebelum bertanding.... dengan bahasa bahasa atau kalimat kalimat penghibur yang bisa melemahkan kemampuan diri. Ya sudah lah....dari dulu ya begini begini saja......
Ya sudahlah.....dari kakek nenek mang dari sononya ya begitu....
Ngàpain usaha yang usaha saja banyak yang gagal....
Ya sudah lah biarin aja kita terima apa adanya....mang nasib kita begini.....
Kalimat kalimat yg bisa mematikan potensi diri sering dipakai dan menjadi kebiasaan yang bisa mensugesti diri tidak mau ada upaya dan dorongan kuat untuk melompat dari kebiasaan diri. Yang lambat laun akan melemahkan kemampuan diri. Kadang belum usaha maksimal sudah putus asa....
Padahal kalau dicoba dan dicoba lagi ada harapan.....
Kebiasaan ini sering kita temui di lingkungan kehidupan kita yang kadang akan menyeret dan membawa kita kedalamnya.
Kondisi yang demikian seperti kisah atau cerita....Seekor ikan Barracuda dimasukkan ke dalam sebuah akuarium berukuran sedang yg bagian tengahnya dipisahkan oleh sebuah kaca pembatas transparan.
Di sisi lain, ada banyak ikan kecil yang merupakan makanan kesukaan si Barracuda.
Ketika lapar, berkali-kali ikan Barracuda mencoba untuk memangsa ikan kecil tersebut, namun usahanya selalu sia-sia karena terbentur kaca pembatas transparan tadi.
Setelah berminggu-minggu mencoba dan tetap tidak berhasil, si Barracuda menyerah dengan menerima kenyataan bahwa perburuan ikan kecil tersebut hanya mengakibatkan kesakitan pada hidung dan mulutnya.
Setelah itu kaca pembatas transparan tadi diangkat. Apa yang terjadi ?
Si Barracuda tetap pada sisinya, tidak bergerak ke arah ikan kecil.
Rasa lapar mulai terasa hebat, akan tetapi si Barracuda sepertinya tidak berusaha sekali pun untuk memangsa ikan-ikan kecil tersebut lagi.
Akhirnya, ia pun mati kelaparan padahal makanan kesukaannya tepat berada di depan hidungnya.

Hikmah cerita ini :
Pelajaran penting yg dapat disimpulkan & dapat kita ambil dari kisah Ikan Barracuda ini adalah bahwa: "Masa lalu kita tidak sama dengan masa yang akan datang"
Hellen Keller : "Ketika satu pintu tertutup, pintu lainnya terbuka. Tetapi kita seringkali mengamati pintu yang tertutup itu terlalu lama sehingga kita tidak melihat pintu lain yang terbuka”.
Jangan putus asa,
Jangan pernah putus asa !
Sebab masa depan sungguh ada dan harapan kita tidak akan hilang.
Impian akan menjadi kenyataan. Jika kita yakin dan mau berusaha untuk mewujudkannya.
Terus dan terus berusaha....penuh harapan....
Dengan lompatan-lompatan yang beda hingga sampai pada saatnya akan indah kita dapatkan....